Yordania adalah negara yang kaya akan sejarah dan keindahan alam yang luar biasa. Dua destinasi paling terkenal di negara ini adalah Petra, kota kuno yang pernah menjadi pusat perdagangan bangsa Nabatea, dan Wadi Rum, gurun pasir yang menakjubkan dengan formasi batuan unik dan sejarah panjang sebagai jalur perjalanan para pedagang serta tempat tinggal suku Badui. Kedua tempat ini menawarkan pengalaman luar biasa bagi wisatawan yang ingin menyelami jejak sejarah dan menikmati keindahan alam yang spektakuler.
Petra: Kota Batu yang Hilang
1. Sejarah Kota Petra
Petra adalah kota kuno yang dibangun oleh bangsa Nabatea pada abad ke-4 SM dan menjadi pusat perdagangan utama pada zamannya. Kota ini terletak di antara jalur perdagangan utama yang menghubungkan Arab, Mesir, dan Suriah, menjadikannya tempat strategis bagi para pedagang yang membawa barang seperti rempah-rempah, kain, dan kemenyan. Perjalanan Sejarah ke Kota Petra dan Wadi Rum
Bangsa Nabatea dikenal sebagai arsitek ulung yang mampu membangun kota di tengah gurun dengan sistem irigasi yang canggih. Namun, setelah dikuasai oleh Romawi pada abad ke-2 M, kejayaan Petra mulai meredup hingga akhirnya ditinggalkan dan terlupakan selama berabad-abad. Kota ini baru ditemukan kembali pada awal abad ke-19 oleh seorang penjelajah Swiss, Johann Ludwig Burckhardt.
2. Memasuki Kota Petra: The Siq
Perjalanan menuju Petra dimulai dengan menyusuri The Siq, sebuah celah sempit sepanjang 1,2 km yang terbentuk secara alami oleh pergeseran tektonik. Tebing-tebing tinggi yang mengapit jalur ini mencapai 80 meter, menciptakan suasana yang misterius dan megah.
Setelah melewati Siq, wisatawan akan langsung disambut dengan Al-Khazneh atau The Treasury, sebuah bangunan megah yang diukir langsung dari tebing batu merah muda. Bangunan ini, yang dulunya dipercaya sebagai makam seorang raja Nabatea, menjadi ikon utama Petra dan salah satu situs paling terkenal di dunia.
3. Menjelajahi Kota Petra
Selain The Treasury, masih banyak situs menarik lainnya yang bisa dikunjungi di Petra, di antaranya:
- The Street of Facades: Deretan makam kuno yang diukir di sepanjang tebing batu.
- The Royal Tombs: Kompleks makam kerajaan dengan arsitektur yang indah.
- The Monastery (Ad-Deir): Salah satu bangunan terbesar di Petra yang bisa dicapai dengan mendaki sekitar 800 anak tangga.
- The Great Temple: Reruntuhan kuil yang menunjukkan pengaruh arsitektur Romawi di Petra.
Berjalan-jalan di Petra akan membawa wisatawan kembali ke masa lalu, menyaksikan kejayaan peradaban Nabatea yang luar biasa dalam hal arsitektur dan teknik pembangunan.
Wadi Rum: Gurun yang Menawan dan Penuh Sejarah
1. Keindahan Wadi Rum
Setelah menjelajahi Petra, perjalanan bisa dilanjutkan ke Wadi Rum, sebuah gurun yang dikenal dengan lanskapnya yang dramatis dan keindahan yang hampir seperti di planet lain. Wadi Rum sering disebut sebagai “Lembah Bulan” karena formasi batuannya yang unik dan warna pasirnya yang bervariasi dari merah, oranye, hingga keemasan.
Gurun ini menjadi rumah bagi suku Badui yang telah menetap di sini selama berabad-abad. Mereka hidup dengan cara tradisional, tinggal di tenda-tenda khas dan menggembalakan unta. Wisatawan yang berkunjung ke Wadi Rum dapat merasakan keramahan suku Badui serta belajar tentang budaya dan gaya hidup mereka.
2. Situs Sejarah di Wadi Rum
Selain pemandangannya yang menakjubkan, Wadi Rum juga memiliki sejarah panjang sebagai jalur perjalanan para pedagang dan tempat pertempuran. Salah satu tokoh sejarah terkenal yang pernah beroperasi di sini adalah T.E. Lawrence, atau lebih dikenal sebagai Lawrence of Arabia.
Beberapa situs penting yang bisa dikunjungi di Wadi Rum meliputi:
- Lawrence’s Spring: Mata air yang dipercaya sebagai tempat istirahat Lawrence selama kampanye militer melawan Ottoman.
- Batu Bertulisan Anjashid: Batu-batu dengan inskripsi kuno yang berasal dari zaman Nabatea dan Thamud.
- Jabal Umm ad-Dami: Gunung tertinggi di Yordania, menawarkan pemandangan spektakuler dari puncaknya.
- Batu Jembatan Alami: Formasi batu yang membentuk jembatan alami di tengah gurun.
3. Aktivitas di Wadi Rum
Selain menjelajahi situs-situs bersejarah, wisatawan juga dapat menikmati berbagai aktivitas di Wadi Rum, seperti:
- Naik Jeep 4×4: Menjelajahi gurun dengan kendaraan off-road untuk mencapai berbagai lokasi tersembunyi.
- Menunggangi Unta: Mengalami perjalanan seperti pedagang kuno dengan menunggangi unta melintasi pasir.
- Camping di Gurun: Menginap di tenda tradisional Badui dan menikmati malam di bawah langit penuh bintang.
- Sandboarding: Meluncur di atas bukit pasir merah yang menakjubkan.
Kesimpulan
Petra dan Wadi Rum adalah dua destinasi yang memberikan pengalaman perjalanan sejarah dan alam yang luar biasa di Yordania. Petra menawarkan keindahan arsitektur kuno dan kisah kejayaan peradaban Nabatea, sementara Wadi Rum menghadirkan pesona gurun yang memukau serta jejak perjalanan para penjelajah dan prajurit masa lalu.
Mengunjungi kedua tempat ini bukan hanya sekadar perjalanan wisata, tetapi juga sebuah perjalanan waktu yang membawa kita lebih dekat dengan sejarah peradaban kuno dan keajaiban alam yang menakjubkan. Dengan kombinasi keindahan alam, arsitektur yang luar biasa, dan kisah sejarah yang mendalam, Petra dan Wadi Rum adalah destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pencinta sejarah dan petualangan.